Di bidang produksi komponen otomotif, pengoperasian yang stabil dan keselamatan operasional peralatan sangat penting. Bengkel stamping dari pabrik manufaktur komponen otomotif tertentu telah lama dilanda kesalahan pengoperasian.
Bengkel ini dilengkapi dengan beberapa perangkat stamping skala besar. Sakelar biasa yang digunakan di masa lalu tidak memiliki fungsi penguncian, dan sering terjadi kasus pekerja yang tidak sengaja menyentuhnya atau personel non-profesional yang mengoperasikannya sesuka hati. Suatu ketika, seorang pekerja tambahan yang baru direkrut secara tidak sengaja menyentuh sakelar saat melewati peralatan, menyebabkan cetakan stamping yang sedang berjalan bergerak tiba-tiba. Hal ini tidak hanya merusak cetakan senilai ratusan ribu yuan, tetapi juga menyebabkan lini produksi berhenti selama hampir 5 jam. Kerugian ekonomi langsung melebihi satu juta yuan, dan juga secara tidak langsung memengaruhi pengiriman pesanan selanjutnya.
Untuk mengatasi masalah ini, setelah penelitian ekstensif, pabrik memperkenalkan Sakelar Toggle Logam Industri Anti-kesalahan pengoperasian kutub tunggal dengan pegangan pengunci. Sakelar ini terbuat dari bahan logam yang kuat, yang dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang keras di bengkel dan memiliki ketahanan benturan dan ketahanan aus yang baik. Desain kutub tunggalnya memenuhi persyaratan kontrol sirkuit peralatan, dan fungsi pegangan pengunci kunci secara fundamental menghilangkan kemungkinan kesalahan pengoperasian. Hanya operator yang berwenang dengan kunci khusus yang dapat membuka dan mengoperasikan sakelar, secara efektif mencegah personel non-profesional menyentuhnya sesuka hati.
Sejak pemasangan sakelar ini, tidak ada lagi insiden kerusakan peralatan dan penghentian produksi yang disebabkan oleh kesalahan pengoperasian di bengkel stamping. Efisiensi produksi telah meningkat secara signifikan, dan keselamatan operasional pekerja juga telah sangat terjamin, memberikan dukungan peralatan yang andal untuk produksi yang stabil dan pembangunan berkelanjutan pabrik.